Rabu, 14 Juli 2010

Olimpiade 2012 Bebas Vuvuzela

Ketua panitia penyelenggara Olimipiade 2012 Inggris, Sebastian Coe menyatakan pesta olahraga dunia itu harus bebas dari vuvuzela.

Trompet plastik itu populer selama berlangsungnya Piala Dunia. "Bayangkan saja jika sebelum start anda mendengar terompet tersebut dan menganggu konsentrasi. Itu tak bisa".

Bersama ketua Komite Olimipiade Internasional IOC, Coe merancang bangku-bangku untuk stadion Olimpiade yang baru di London. Sementara akomodasi harus sudah siap pada akhir tahun ini.Ketua panitia Olimpiade 2012, Sebastian Coe menginginkan terompet Vuvuzela dilarang selama berlangsungnya pesta olah raga musim panas tersebut.

Terompet plastik yang dikenal dengan sebutan Vuvuzela ini telah menimbulkan kontroversi selama Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Banyak pihak menganggap bunyinya yang mendengung seperti lebah merusak konsentrasi para pemain, pelatih mau pun petugas lapangan.

Vuvuzela sudah dilarang dibunyikan selama berlangsungnya turnamen tenis grand slam Wimbledon. Coe menganggap bunyi terompet tersebut akan mengganggu konsentrasi para atlet dan penonton lainnya.

"Saya bersikap netral dalam kasus ini, namun olahraga olimpiade sangat berbeda. Kita tidak ingin konsentrasi para pelari final 100 meter terganggu karena adanya bunyi yang teatrikal lima atau enam menit sebelum lomba dimulai," kata Coe yang merupakan mantan atlet lari Inggris.

"Kami butuh konsentrasi sebelum lomba dimulai dan jelas sekali banyak olah raga Olimpiade yang membutuhkan pendekatan yang berbeda dari para penonton," ungkap Coe.

Meski begitu Coe berharap antusiasme yang diperlihatkan selama berlangsungnya Piala Dunia 2010 akan menular ke Olimpiade 2012. "Saya tidak datang ke sana, namun saya dengar penyelenggaraannya sangat baik. Suasana stadion sangat berisik dan antusias dan kami berharap akan memiliki hal serupa di sini."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar